Stargarden

Mengenal Jenis Seni Teater Tradisional Indonesia

November 6th, 2018

Tari Bedhaya Ketawang, Ungkapan Cinta Tulus dari Penguasa Laut Selatan

Mari Mengenal Jenis Seni Teater Tradisional Indonesia yang Melegenda

 

Stargarden. – Pernahkah Anda menonton pertunjukan teater? Kebanyakan masyarakat modern zaman sekarang tau teater dari negeri asing, misalnya pentas dongeng, fairytale dan sebagainya. Jarang sekali yang menonton jenis ludruk, ketoprak ataupun lenong karena tidak populer bahkan sebagian besar sudah punah.

Pada tahun 90-an, beberapa stasiun TV masih menyiarkan seni teater tradisional seperti Ketoprak Humor, Lenong Bocah, Ludruk dan semacamnya. Tema yang dianggap dominan cerita lucu atau lawakan sehingga membuat para penonton tertawa terpingkal-pingkal. Pada masa kejayaannya, kesenian tersebut menyita perhatian hampir seluruh masyarakat kita bahkan rela tak tidur sampai larut malam.

 

Teater Tradisional Nyaris Punah

 

Coba Anda hitung berapa banyak acara televisi baik lokal atau nasional yang kembali mempertontonkan acara teater? Jangannya beberapa bahkan satupun tidak lagi ada bukan? Bisa dikatakan kalau warisan kesenian tersebut hampir punah meskipun masih ada di beberapa daerah. Biasanya pertunjukan tersebut digelar pada acara tertentu saja dan kalau ada orang yang mengundang, seprti hajatan besar, syukuran, khitanan, reuni, dll. Anda juga masih bisa menyaksikannya di Youtube karena beberapa orang sengaja merekam kemudian membagikannya lewat online.

Ironis sekali memang jika teater tradisional tersebut terpaksa hilang karena banyaknya masyarat yang sudah sibuk dengan bermain Agen Poker Denga  kecanggihan. Alat-alat elektronik baru yang ada di Era sekarang ini padahal mampu dianggap sebagai salah satu warisan budaya bangsa dengan ciri khas unik. Faktor utama yang jadi penyebabnya adalah karena kita tak mau ikut melestarikan malah senang dengan budaya negeri lain. Semakin sedikit peminat maka tidak ada lagi pemain teater yang mau melakukan pertunjukan karena mereka juga dibayar. Kecuali para seniman lokal dimana sengaja melestarikan seni teater khas Indonesia secara cuma-cuma.

 

Jenis Kesenian Teater Tradisional Asli Indonesia

 

Tiap daerah ternyata mempunyai seni teater sendiri karena mempunyai tujuan memperlihatkan ciri khas tradisi dan budaya masyarakatnya, misalnya seperti:

  1. Lenong

Lenong adalah teater dari Betawi, Jakarta dengan alunan musik tradisional bernama gambang Kromong. Ada dua macam jenisnya yaitu Lenong Preman dan Denes. Lenong Preman menceritakan tentang kehidupan rakyat biasa, seperti yang sering Anda lihat di televisi. Sementara Lenong Denes menceritakan lakon anggota kerajaan seperti raja, ratu, putri, pangeran, pengawal, dan lain sebagainya. Meskipun kesannya lebih epic dan klasik tetapi Lenong Denes sudah hampir hilang karena tak ada penerusnya lagi.

  1. Ketoprak

Kalau Anda sempat mengikuti acara Ketoprak Humor di TV maka sekarang pasti rindu sekali. Kesenian ini sangat populer di kawasan Jawa Tengah karena ceritanya mengangkat kehidupan kerajaan, rakyat ataupun masyarakat biasa. Bahkan seringkali mengambil ide sejarah pewayangan seperti Ramayana, Hanoman, dan sebagainya. Yang menarik adalah ketoprak dibumbui dengan homor dalam bentuk candaan langsung, bualan, rayuan atau gombalan, syair pantun, dll. Selama pertunjukan juga selalu diiringi alunan musik Jawa yakni Gamelan serta tembang lawas.

  1. Ludruk

Jika Ketoprak dari Jawa Tengah maka ada Ludruk yang asalnya dari Jawa Timur. Guyonan renyah para lakonnya bersifat merakyat dimana menceritakan kehidupan sehari-hari saja. Kesenian teater tradisional ini bukan hanya menghibur penonton tetapi sambil menunjukkan kebudayaan daerah dengan penggunaan baju adat, dialek Jawa Timuran, tembang dan alat musik khas lokal.

  1. Longser

Di Jawa Barat ada teater rakyat bernama Longser yang artinya tergugah. Jadi maksud dari pertunjukan tersebut adalah menggugah hati siapa saja yang menontonnya. Sama seperti lainnya, Longser juga sifatnya menghibur, penuh dengan humor, ejekan, pantun, dan lainnya. Yang membuatnya berbeda yaitu tidak adanya panggung seperti Ketoprak atau Ludruk karena hanya dilakukan di tempat luas kemudian dikelilingi para penonton dengan duduk melingkar.

  1. Mamanda

Mamanda merupakan jenis teater tradisional dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Berawal dari kedatangan para bangsawan Malaka ke kota tersebut dan mengajarkan tentang kesenian penuh humor tersebut. Kesenian ini dulunya disebut sebagai Badamuluk, kemudian berubah menjadi Bamanda atau disebut pula Mamanda yang artinya paman terhormat. Disini susunan pertunjukannya tak mengalami perubahan atau menggunakan improvisasi sendiri melainkan mengikuti struktur sebelumnya khususnya mengenai perwatakan tokoh. Akan tetapi masalah tatanan musik, busana atau kostum daerah serta ekspresinya terus berkembang agar tak membuat penontonnya bosan.

  1. Teater Arja

Masyarakat Bali juga punya seni teater bernama Arja dengan menampilkan sifat kerakyatan. Disini tak hanya alur cerita saja yang ditonjolkan tetapi tarian serta nyanyian dari para lakonnya. Di awal muncul, Arja hanya boleh dilakukan oleh kaum pria saja tetapi aturannya berubah sehingga semua orang dapat memainkan juga. Banyak sekali konsep dan ide cerita dari Arja, seperti gambuh, Mahabarata, Ramayan, dll. Kemudian penokohannya juga beragam seperti raja, putri, pelayan wanita, mantri, pengawal, siluman, serta lainnya.

Meski sudah tidak sering ditampilkan di TV tetapi seni teater tradisional Indonesia masih dimainkan di beberapa daerah. Biasanya para pemain atau grup teater dipanggil oleh suatu pihak untuk mengisi acara.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*