Stargarden

Yuk Kenali Apa Saja Kesenian Lawas Indonesia yang Hampir Punah

Oktober 4th, 2018

Yuk Kenali Apa Saja Kesenian Lawas Indonesia yang Hampir Punah!

Yuk Kenali Apa Saja Kesenian Lawas Indonesia yang Hampir Punah

Star Garden. – Coba sebutkan apa saja kesenian Indonesia yang sifatnya masih asli dan tradisional? Kebanyakan anak muda zaman sekarang tidak tau sama sekali mengenai seni dan budaya tanah air. Penyebab utamanya hanya satu yaitu sudah terpengaruh oleh budaya asing dan teknologi modern seperti gadget sehingga melupakan berbagai macam tradisi daerah sendiri.

Meskipun tak langsung memberikan dampak buruk bagi kehidupan penduduk tetapi Anda dapat merasakan kerugiannya secara perlahan. Salah satunya bangsa kita bisa kehilangan jati diri dan paling parah satu persatu warisan budaya akan diambil atau diklaim negara lain. Kalau sudah terjadi maka masyarakat langsung marah, saling tunjuk dan menyalahkan satu sama lain. Lalu dimanakah peran kita beberapa tahun lalu?

Kesenian Indonesia Perlahan Punah

Pada kenyataannya ada begitu banyak jenis kesenian Indonesia mengalami kepunahan karena sudah tak dilestarikan lagi. Masyarakat seaakan lupa bagaimana nenek moyan terdahulu berusaha menciptakan suatu karya seni baik berupa tarian, nyanyian, syair, pantut, dan lain sebagainya. Sementara itu kesenian merupakan bagian dari budaya negara sehingga bukan hanya sekedar tradisi suatu daerah saja melainkan menunjukkan ciri khas, identitas dan keragaman bangsa. Adapun penyebab kepunahan terjadi yaitu:

  1. Tergerus perkembangan zaman dan teknologi modern.
  2. Masyarakat enggan melestarikan atau bahkan sekedar mengenal beberapa kesenian tradisional.
  3. Anak muda dan generasi bangsa lebih memilih jenis budaya baru seperti tarian Kpop, lagu barat, musik rock, dance, dll.
  4. Merasa malu dan menganggap seni lawas merupakan suatu hal kuno serta kurang keren.

Macam Kesenian Lama Indonesia yang Nyaris Hilang

Rasanya sayang sekali kalau sampai satu demi satu kebudayaan dan kesenian Indonesia lenyap begitu saja. Padahal itu bisa menjadi bukti sejarah paling nyata ketimbang hanya berupa gambar atau cerita saja. Berikut ini ada beberapa contoh seni tradisional baik tari ataupun musik yang hampir punah.

  1. Kesenian topeng Menor

Pernah mendengar Topeng Menor? Kesenian ini berkembang pesat di kawasan Desa Jati, tepatnya di Kecamatan Cipunagara. Disebut begitu karena dulunya ada seorang penari topeng dengan wajah cantik jelita serta bersuara merdu. Ia pandai sekali menari menggunakan kostum topeng tradisional sehingga seringkali dipanggi sebagai menor.

Menariknya lagi ada beberapa macam karakter penari seperti memainkan perawakan luwes, lemah lembut, seorang ksatria, gaya Rahwana, dll. Jadi tak hanya menonjolkan tarian saja melainkan nyanyian serta sekilas mirip terater drama.

  1. Tari Ronggeng Ketuk

Kalau mendengar kata Ronggeng maka masyarakat berfikir jika kesenian tersebut mengandung unsur mistis bahkan seksualisme. Pasalnya tarian tersebut muncul karena  ditujukan untuk memuaskan para penonton pria dimana penari akan berjoget dan mendapatkan uang saweran. Stigma negatif kemudian muncul seiring waktu bahkan sampai sekarang.

Sementara itu, jenis Tari Ronggeng Ketuk asalnya dari Desa Lelea, bertujuan untuk mencari jodoh dimana penari akan menggoda para pria muda atau jejaka. Kemudian mereka akan menari bersama, saling jatuh cinta dan menjalin hubungan asmara sampai menikah. Tari tersebut juga biasanya digunakan untuk mengiringi upacara adat Ngarot ataupun yang sifatnya sakral.

  1. Seni Uyeg

Tidak berupa tarian, Seni Uyeg merupakan jenis teater rakyat berasal dari Sukabumi di bagian pantai selatan. Kesenian Indonesia ini sangat populer di Kampung Citepus, Pelabuhan Ratu tetapi pernah punah di tahun 1950. Beruntungnya ada seorang tokoh sejarah sekaligus budayawan berhasil melestarikan kembali Seni Uyeg bernama Anis Djatisunda.

  1. Gondang Buhun

Kesenian ini berasal dari Kampung Kuta dan sudah dimainkan sejak lama sekali. Godang Buhun tidak dimiliki oleh suku atau daerah lain sehingga tergolong sangat langka. Dalam pertunjukan, masyarakat menggunakan alat tradisional berupa alu dengan tinggi sekitar 2 meter. Kemudian ada pula lesung sepanjang 2,4 meter yang diisi dua ikat padi kering atau disebut sebagai geugeus pare.

Kesenian yang satu ini seringkali dipertunjukkan dalam kegiatan sakral, contohnya seperti upacara adat Nguyuh tetapi kali ini tidak menggunakan padi yang ditaruh pada lesung. Ciri khas dari Godang Buhun adalah ditujukan sebagai rasa syukur akan hal baik seperti hajatan pernikahan, khitan, ataupun bentuk lainnya. acara akan dimulai sejak subuh sebelum matahari terbut dimana para wanita khususnya ibu-ibu menumbuk padi bersama menggunakan halu dan lesung. Suara yang dihasilkan inilah yang akan terdengar seperti alunan musik alam menenangkan hati.

Itulah penjelasan mengenai kesenian Indonesia yang hampir punah. Beberapa lainnya malah sudah hilang karena tidak ada masyarakat mau melestarikannya. Sebenarnya ada berbagai cara guna menjaga warisan leluhur tersebut seperti mengenalkan seni budaya tradisional pada anak muda, terutama lingkungan sekolah.

Semakin dini mereka mengetahui dan diajari maka menumbuhkan rasa bangga terhadapnya. Anda juga dapat memulai sendiri tanpa harus menunggu pelajaran dari sekolah, misalnya mengajari anak lagu daerah, mengajak mereka menari tradisional bersama, bermain congkak atau gobak sodor, dan lain sebagainya. Jika sering dimainkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maka kesenian tersebut tetap melekat kuat dalam diri bangsa Indonesia.